Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Cara Menangkap Bola Yang Benar

Penjaga Gawang Futsal Dalam permainan futsal, kiper atau penjaga gawang mempunyai peran yang sangat besar sekali. Serangan dan bertahan dimulai dari penjaga gawang, dengan distribusi bola melalui lemparan dan tendangan ke arah pemain lainnya sebuah serangan dapat diawali, begitu juga dalam bertahan, melalui komandonya pertahanan yang rapi dapat dilakukan. Dalam futsal penjaga gawang memiliki kualitas yang sama dengan pemain di lapangan. Seringkali Penjaga gawang futsal menggunakan kakinya ketika memulai atau mengambil bagian dalam suatu serangan. Suatu saat dia menggunakan keterampilan-keterampilan yang berbeda dan memerlukan latihan khusus teknik penjaga gawang. Penjaga gawang memainkan satu peran yang unik dan penampilannya sangat penting di lapangan dalam memenangkan permainan. Karakteristik utama penjaga gawang adalah spiritual, mental dan fisik. Seorang Penjaga gawang membutuhkah :
Kecepatan reaksiarakteristik utama penjaga gawang adalah spiritual, mental dan fisik. Seorang Penjaga gawang membutuhkah :
1. Keberanian 4. Kecepatan reaksi 7. Kekuatan
2. Konsentrasi 5. Kelenturan 8. Power
3. Kepercayaan diri 6. Keseimbangan
Keseimbangan Seorang penjaga gawang futsal membutuhkan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan tentunya reaksi dalam menjalankan tugasnya. Disamping itu pula diperlukan sikap mental yang kuat serta disiplin yang tinggi. Tingginya frekuensi berhadapan dengan lawan maupun berbenturan dengan bola membuat kemungkinan lawan untuk membuat atau menciptakan gol menjadi tinggi pula, maka tugas seorang penjaga gawang adalah bagaiman memperkecil kesempatan lawan membuat sebuah gol dengan teknik dan taktik yang benar yaitu dengan cara menangkap, blok, tendang bola serta penempatan posisi yang prima.
Pendeknya jarak, kecilnya area permainan dan kecepatan bola bergulir membuat seorang penjaga gawang harus cepat pula dalam mengambil keputusan, apakah dengan menangkap, blocking, tendang.
i. Persiapan Sebelum memulai latihan, penting sekali bagi seorang penjaga gawang untuk memperhatikan kelengkapan latihannya, pakaian, sarung tangan, pelindung tulang kering (shin guard) pelindung lutut (knee guard), pelindung siku (elbow guard) harus ada. Buatlah seorang penjaga gawang senyaman mungkin dengan kelengkapan tersebut, dengan perlengkapan yang terpenuhi maka seorang penjaga gawang dapat melakukan latihan dengan baik.
ii. Pemanasan Latihan yang benar harus diawali dengan pemanasan yang baik dan sempurna, pemanasan dapat dilakukan bersama-sama dengan pemain lain maupun dipimpin langsung oleh pelatih penjaga gawang. Gerakan-gerakan senam diikuti oleh peregangan yang cukup. Lakukanlah semuanya dengan secermat mungkin, perlu diingat bahwa resiko kemungkinan cedera yang dihadapi penjaga gawang futsal sangat tinggi.
iii. Menangkap Bola Latihan ini dapat diberikan dengan melempar dan menendang bola ke arah penjaga gawang yang berdiri dibawah gawang dari berbagai sudut, penjaga gawang pun dapat menerima bola dalam keadaan berdiri, duduk maupun tiduran. Posisi tangan, dan kaki harus benar dan dalam posisi yang kuat, banyak cara dan gaya latihan ini. Hal ini memang tidak sering terjadi, tetapi itu bisa saja terjadi, terutama setelah bola telah kehilangan awal kekuatan atau daya ketika menghantam pemain lain. Ini juga memungkinkan ketika tembakan lemah atau penjaga gawang mempunyai tangan yang sangat kuat. Menangkap bola dengan lebih baik, akan memberikan fasilitas yang cepat dalam mendistribusi dalam mendukung permainan.
Sebuah tim dengan penjaga gawang yang mampu untuk menangkap bola memmiliki satu keuntungan strategi dalam melakukan counter-attack. Terdapat dua jenis dasar menangkap bola:
1. “W” atau tangkapan bola atas “W” atau tangkapan sekeliling adalah digunakan pada saat bola berada diatas pinggang. Tangan seluruhnya mengelilingi bola, dengan ibu jari dan jari jemari membentuk huruf “W” di belakang bola. Tangan, terutama ibu jari harus di belakang bola; jika tidak penjaga gawang akan membiarkan bola melewati tangan dan tercipta gol. Gambar 12 Gerakan tangan pada saat menangkap bola atas yang membentuk huruf W
2. Tangkapan bola bawah Untuk bola di bawah pinggang, tangkapan basket atau bola bawah yang digunakan. Tangan berada di belakang bola, waktu tangan turun jari jemari juga turun secara bersamaan. Perlu dikritisi lagi bahwa kedua tangan berada di belakang bola.
Gambar 13 Gerakan tangan pada saat menangkap bola bawah Teknik menangkap : 1. Teknik menangkap bola bawah Penjaga gawang menggunakan teknik ini pada saat bola bergulir cepat mendatar di areanya. Penjaga gawang harus bergerak maju kedepan mendatangi bola sehingga badan berada diantara bola dan gawang. Dalam posisi ini dia menjulurkan tangan dan memastikan kedua tangan memeluk secara bersamaan untuk mencegah bola lolos di tengah-tengah kaki penjaga gawang.
Gambar 14 Gerakan menangkap bola bawah Pelaksanaan teknik menangkap bola bawah – dari posisi berdiri,tempatkan badan diantara bola dan gawang – buka kaki selebar bahu – bungkukkan badan dengan telapak tangan terbuka – pada saat bola mengenai tangan, kemudian kaki kanan atau kiri ditekuk, karena apabila bola tidak tertangkap kaki yang ditekuk mengantisipasinya
2. Teknik menangkap bola atas Teknik ini digunakan pada saat bola yang datang diatas pinggang. Pada saat lawan melakukan tendangan penjaga gawang bergerak ke depan untuk memeluk bola. Bola ditangkap dengan menjulurkan kedua lengan secara bersamaan lalu memeluknya. Gambar 15 Gerakan menangkap bola di atas Pelaksanaan menangkap memeluk bola – tempatkan badan diantara bola dan gawang – buka kaki selebar bahu – bungkukkan tubuh kedepan dengan lengan lurus kedepan dan lengan bawah paralel – lengan digulung sebelum saat bola pertama kali kontak dengan telapak tangan – tarik badan seperti bola menabrak bantal – pastikan bola diantara lengan dan dada
3. Teknik menangkap merobohkan tubuh Dengan ruang terbatas, permukaan lapangan yang keras dan jarak lawan yang dekat dalam menembak tidak memungkinkan penjaga gawang untuk meluncur seperti penjaga gawang dalam olahraga sepak bola. Sebagai ganti menangkap bola di udara, penjaga gawang futsal menggunakan teknik “merobohkan tubuh yang meliputi merobohkan kaki disaat menggagalkan bola yang jatuh disisi samping tubuh. Pada saat itu tidak ada tenaga (energi) yang keluar ketika meluncur. Gambar 16 Gerakan merobohkan tubuh Teknik ini digunakan pada saat bola yang datang disamping tubuh penjaga gawang dan memungkinkan dia merobohkan keseluruhan tubuh di samping bola dengan posisi tangkapan yang baik dan cepat menangkap bola. Penjaga gawang harus menggunakan kecepatan kaki ke arah posisi meluncur, melangkah ke sisi bola, maju pada satu sudut dan menggunakan otot pergelangan kaki yang terdekat dengan bola mengendalikan kearah bola. Gunakan kedua tangan untuk menangkap bola, sebaiknya gunakan tangkapan W. iv. Blok Seluruh anggota badan penjaga gawang futsal dapat digunakan untuk blocking ini, dalam sebuah pertandingan 75% tugas penjaga gawang futsal adalah melakukan blocking. Latihan untuk mendapatkan blocking yang baik dapat dilakukan melempar dan menendang bola ke arah gawang dari berbagai sudut. Dibutuhkan keberanian yang tinggi dan perhitungan sudut yang cermat untuk menutup setiap sudut tendangan. Latihan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.
Didalam Futsal kebanyakan tembakan keras ke arah gawang dan pada jarak yang dekat, benar-benar sangat sulit untuk penjaga gawang untuk menangkap bola. Biasanya, satu-satunya pilihannya yaitu harus membelokkan atau memblok bola yang datang menyilang atau di area penjaga gawang dengan menggunakan tangan, badan, kaki atau apapun bagian dari badan.
Gambar 17 Gerakan dasar blok Sementara itu penting sekali mengunakan teknik yang benar, memblok jauh lebih penting dari pada menghentikan atau menangkap bola agar tidak masuk ke gawang. Jika sudut tembakan kecil (ditembak adalah dari sisi samping), satu gerakan dari badan, kaki atau tangan akan cukup untuk membelokkan bola menjauh dari gawangl. Jika tembakan berasal dari depan penjaga gawang harus bergerak dengan cepat membuka tangan dan kaki untuk membatasi sudut tembakan. Jika tembakan keras, penjaga gawang jangan mencoba untuk menangkap bola tetapi hanya untuk mengarahkan bola ke lantai di depan tubuh dan tidak ke arah lain karena kondisinya memungkinkan lawan berada dalam posisi yang dekat. Dengan segera setelah memblok bola dan menangkapnya penjaga gawang bisa memulai suatu serangan dengan cepat. Gambar 18 Gerakan blok bawah Blok Bawah : – posisi badan berdiri tegak dengan posisi kaki di buka selebar bahu – posisi kedua tangan dibuka lebar – kepala tegak dan pandangan kearah bola – pada saat bola datang dari arah bawah maka kaki dengan cepat bereaksi terhadap bola dengan menggerakkan kaki untuk menghalau bola – untuk menggunakan tangan kadang terlambat karena bola yang datang sangat cepat – bola di blok menjauhi daerah gawang.ditepis ke atas, kanan dan kiri Gambar 19 Gerakan blok atas Blok Atas, Kanan Dan Kiri : – posisi badan berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka selebar bahu – posisi kedua tangan dibuka lebar – kepala tegak dan pandangan kearah bola – pada saat bola datang dengan cepat tangan bereaksi terhadap bola dengan cara menggerakkan tangan menghalau bola – bola diblok menjauhi daerah gawang (atas,kanan atau kiri). Bola di blok dengan satu atau dua tangan
v. Melempar Bola Lemparan Sebuah lemparan yang baik sangat menentukan dalam permainan futsal. Secepat setelah menangkap bola penjaga gawang bertanggung jawab berinisiatif melakukan serangan dengan cara mengirimkan bola ke rekan se-tim yang berada didekatnya, kecuali jika ada rekan se-tim dalam satu posisi mencetak angka atau gol, maka melakukan lemparan jauh atau menendang merupakan pengambilan resiko berharga. Menyeimbangkan posisi, membebaskan tim dari tekanan dan mampu untuk melihat posisi semua rekan se-tim adalah tugas penjaga gawang karena dalam posisi yang menguntungkan untuk memutuskan gerakan yang terbaik. Pada umumnya lemparan penjaga gawang harus cepat, tajam dan di atas permukaan lapangan, walaupun teknik lain mungkin juga sangat efektif. Lemparan yang baik akan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah serangan. Penjaga gawang harus tahu serangan apa yang akan dimulai, kalau counter attack maka bola haruslan tajam dan tepat dikaki pemain depan. Lembaran bola seperti parabola dapat juga dilakukan, tergantung bagaimana posisi pemain depan. Ingat! pemparan penjaga gawang harus 100% harus berhasil karena kalau tidak berhasil maka lemparan tersebut dapat menjadi awal dari serangan lawan. Berikut ini gambar dari beberapa lemparan yang harus dimiliki oleh penjaga gawang. 1. Melempar bola bawah Gambar 20 Gerakan Melempar bawah Pelaksanaan : – tentukan target dengan arah bahu – letakan bola ditelapak tangan – buka langkah menuju target dengan kaki berlawanan dengan lengan yang melempar – lepas bola dipermukaan lantai seperti gerakan melempar boling – kepala tetap tegak dengan pandangan fokus ke target – gunakan gerakan (follow through) secara halus pada lengan yang melempar 2. Lemparan Lembing Gambar 21 Gerakan lemparan lembing Pelaksanaan : – tentukan target dengan arah bahu – letakan bola ditelapak tangan disamping kepala dengan jari jemari sedikit melampaui bola untuk menahan agar tinggi seperti jalan peluru – buka langkah menuju target dengan kaki berlawanan dengan tangan yang melempar – membengkokkan lutut yang berlawanan dan bergerak ke posisi lemparan – lepas bola dipermukaan lantai seperti gerakan melempar lembing – kepala tetap tegak dengan pandangan fokus ke target – gunakan gerakan (follow through) secara halus pada lengan yang melempar 3. Lemparan Menyamping Gambar 22 Gerakan lemparan menyamping Pelaksanaan : – sudut tubuh lurus dengan sasaran – letakkan bola ditelapak tangan dengan posisi bahu dan siku tegak – posisi langkah terhadap sasaran adalah berlawanan dengan tangan yang akan melempar – lakukan gerakan melempar lurus seperti pesawat yang akan turun atau mendarat – lepaskan bola setinggi pinggang – putar pergelangan tangan pada saat bola di lepas – lakukan spin atau putaran bola 4. Lemparan Atas Gambar 23 Gerakan Lemparan Atas (Overhand Throw) Pelaksanaan : – tempatkan bola dijari dan telapak tangan dengan lengan lurus kebelakang – tangan yang melempar lurus di belakang badan, dengan sudut badan mengarah kearah sasaran – tanagan yang berlawananlurus kearah sasaran – lengkungkan tubuh atas bagian belakang dengan tumpuan pada pinggang – usahakan kepala tetap tegak – tetap lanjutkan gerakan setelah melempar dengan kaki yang paling belakang berada di depan vi. Menendang 1. Tendangan kaki bagian dalam Tendangan kaki bagian dalam merupakan cara yang paling mudah, paling akurat dan tendangan handal. Tendangan yang bisa digunakan dimanapun, baik bola stasioner atau ketika bola ditendang kembali ke penjaga gawang untuk menyokong sebagai seorang pemain kelima. Penjaga gawang harus memposisikan diri agar bisa menerima umpan dari pemain tidak disalahkan. Jika pemain dijaga ketat, penjaga gawang tidak harus mengumpan pemain tersebut. Jika mereka tidak bergerak untuk melepaskan diri dari penjagaan lawan maka penjaga gawang harus langsung mengumpan ke pemain yang posisinya lebih baik. Penjaga gawang harus mengumpan bola ke kaki pemain dengan jalan bola mendatar atau tidak ada memantul. Penjaga gawang harus memperhatikan sisi berlawanan lapangan ketika bola datang karena kemungkinan lawan akan lebih sedikit berada di daerah tersebut sehingka penjaga gawang bisa mengumpah ke arah tersebut. Sama dengan pemain depan, passing penjaga gawang futsal haruslah sempurna. Latihan ini dapat dilakukan bersamaan dengan latihan teknik dasar pemain. Gambar 24 Gerakan Mengumpan Pelaksanaan : · Tempatkan kaki tumpu disamping bola, bukan kaki yang untuk mengumpan. · Pada saat mengumpan selalu lihat bola. · Gunakan kaki bagian dalam untuk mengumpan. · Perhatikan kaki ayun (kaki yang akan digunakan untuk mengumpan). · Ayun kaki dari arah belakang sekuat-kuatnya ke arah depan. · Angkat kedua tangan kesamping, untuk menjaga keseimbangan. · Kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola agar lebih kuat. · Pada saat sentuhan (impact) kaki bagian dalam dari atas di arahkan ke tengah bola (jantung) dan di tekan ke bawah agar bola tidak melambung. · Diteruskan dengan gerakan lanjutan (follow throught), dimana setelah sentuhan dengan bola dalam mengumpan ayunan kaki jangan dihentikan. 2. Tendangan Voli Tendangan voli merupakan cara paling cepat dan tepat untuk mengirimkan bola ke rekan se-tim ketika melakukan serangan balik, dalam posisi membuat gol. Bagaimanapun, jika jalan bola melambung tinggi berarti kemungkinannya 50-50 bola dapat diterima pemain. Gambar 25 Gerakan Tendangan Voli Pelaksanaan : – Luruskan lengan dan pegang bola di telapak tangan berlawanan dengan kaki yang menendang – Bahu dan dagu mengarah ke target dan kepala tegak dengan pandangan ke bola – Melangkah kedepan dengan kaki yang tidak menendang – Luruskan dan perhatikan posisi kaki yang menendang – Tempatkan kaki bagian punggung di tengah bola – Gunakan gerakan lanjutan dengan lengkap Berlari pendek kearah depan (sekitar 2-3 langkah) kunci engkel kaki ketika menendang dibantu dengan kaki tumpu pada saat menendang. Jatuhkan bola, bola jangan diputar dan tendang, lalu lakukan gerak lanjutan dan mendarat dengan kaki yang menendang. Tendangan harus lurus, secara langsung sejajar dengan target dan tidak harus memutarkan tubuh. 3. Taktik Penjaga gawang Dalam permainan futsal, berbagai macam pergerakan lawan ataupun team sendiri dapat terjadi dengan cepat, kiper harus bisa membaca pergerakan tersebut untuk menutup sudut–sudut gawang dari ancaman. Situasi yang sering terjadi adalah: i. Shooting (tendangan ke gawang) Untuk menghadapi situasi dimana lawan mempunyai peluang untuk melakukan tendangan ke gawang, penjaga gawang diharuskan berdiri 1-2 meter dari garis gawang, tidak tertutup lebih dari jarak tersebut untuk menutup sudut tendangan, semakin kecil sudut yang ditutup semakin besar peluang untuk dapat menghentikan bola dengan menangkap atau memblok. Perhatikan posisi berdiri, pastikan kuda-kuda kaki dan posisi tangan dalam keadaan benar. Ingat, ancaman bagi penjaga gawang futsal dimulai ketika bola berada dalam penguasaan lawan untuk itu seorang penjaga gawang harus terus mengikuti jalan bola dengan konsentrasi tinggi. ii. One to One (satu lawan satu) Kondisi dimana penjaga gawang berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan akan sering terjadi, dengan penempatan posisi yang benar akan mebuat kemungkinan tidak terjadinya gol akan sangat besar. Menghadapi situasi seperti ini, penjaga gawang maju menutup gerakan lawan, apabila bola dalam penguasaan kaki lawan maka penjaga gawang dilarang melakukan sliding karena ini akan memudahkan lawan untuk melakukan tipuan, yang benar adalah maju menutup dan menahan sejenak dengan posisi menghadang, dalam konsisi ini lawan hanya mempinyai dua opsi, 1. Menendang bola dan ini akan membentur badan penjaga gawang, 2. Mengoper kembali bola ke rekannya yang bergerak. Saat bola lepas inilah penjaga gawang melakukan sliding/menjatukan badannya untuk menjangkau bola. Lakukanlah latihan-latihan tersebut berulang dengan variasi-variasi yang membuat latihan berjalan dengan penuh antusias, tidak membosankan. Berikanlah kata-kata penyemangat seperti ‘ok’, bagus’, dsb, ini akan mebuat kiper akan lebih bersemangat dalam bekerja. Hentikan latihan apabila terjadi kesalahan dan beritahu dimana letak kesalahan itu dan segera perbaiki. Ingat, penjaga gawang yang baik adalah penjaga gawang yang mampu meminimalisir kesalahan karena sedikit saja melakukan kesalahaan gawang anda dalam bahaya. iii. Taking part as a court player (mengambil bagian sebagai seorang pemain) Memposisikan diri agar bisa menerima umpan balik, penjaga gawang bisa mengambil bagian dalam menyerang sebagai sebuah poros dan pada kenyataannya beberapa tim ketika berhadapan dengan situasi “nothing to lose” situasi dimana menggunakan penjaga gawang mereka sebagai seorang pemain kelima, dengan begitu bisa memanfaatkan semua kesulitan yang ada. Ini adalah alasan mengapa penjaga gawang perlu untuk memiliki teknik menguasai bola dengan kaki mereka dan mempunyai kepercayaan diri dalam menguasai bola dengan kaki dan berlatih keterampilan seperti seorang pemain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar